Hari ini 10 hari menjelang Natal, ya hari itu semakin mendekat, hari yang umat Kristiani seluruh dunia nantikan, hari dimana sang juru selamat dilahirkan, sebetulnya Yesus lahir ngga tepat di tanggal 25 Desember, namun tanggal tersebut sudah menjadi tradisi gereja Katolik untuk merayakan kelahiran sang juru selamat. Dia hadir di dunia ini untuk membawa damai bagi umat manusia, damai yang kini sangat kuharapkan bagi keluargaku.
Senang rasanya mendengar natal kali ini kami dapat berkumpul bersama, setelah semua badai yang kami alami belakangan ini, akhirnya badai ini sdikit mereda, dan kami dapat merasakan hangatnya sinar mentari. Banyak sekali pelajaran hidup yang dapat kugali dari setiap badai kehidupan yang kualami ini, selalu berdoa untuk dapat bertahan di dalam setiap badai yang kualami, ku yakin badai ini pasti reda, seyakin diriku esok mentari kan kembali bersinar.
Selalu ada kejutan di setiap natal, terutama natal tahun ini, semuanya Tuhan jadikan baik, segala perselisihan dan amarah Dia redakan, yang ada Dia berikan kedamaian bagi keluarga ini, damai natal... damai sedamai malam itu dikandang domba, ketika Sang Juru Selamat lahir dipalungan yang kotor itu, tahun ini akhirnya Tuhan berikan lagi kegembiraan dan senyuman dalam keluarga ini, kegembiraan yang sedikit menghilang dari keluarga ini.Semoga damai dan kegembiraan natal selalu beserta keluarga ini selamanya. Semoga tuhan selalu memberikan damainya bagi keluarga ini. Tuhan memberkati keluarga ini.
Selasa, 14 Desember 2010
Dia benar anak manusia
Suatu ketika, ada seorang pria yang menganggap Natal sebagai sebuah takhayul belaka.
Dia bukanlah orang yang kikir.
Dia adalah pria yang baik hati dan tulus, setia kepada keluarganya dan bersih kelakuannya terhadap orang lain.
Tetapi ia tidak percaya pada kelahiran Kristus yang diceritakan setiap gereja di hari Natal.
Dia sunguh-sungguh tidak percaya.
"Saya benar-benar minta maaf jika saya membuat kamu sedih," kata pria itu kepada istrinya yang rajin pergi ke gereja.
"Tapi saya tidak dapat mengerti mengapa Tuhan mau menjadi manusia.
Itu adalah hal yang tidak masuk akal bagi saya "
Pada malam Natal, istri dan anak-anaknya pergi menghadiri kebaktian tengah malam di gereja.
Pria itu menolak untuk menemani mereka.
"Saya tidak mau menjadi munafik," jawabnya.
"Saya lebih baik tinggal di rumah.
Saya akan menunggumu sampai pulang."
Tak lama setelah keluarganya berangkat, salju mulai turun.
Ia melihat keluar jendela dan melihat butiran-butiran salju itu berjatuhan.
Lalu ia kembali ke kursinya di samping perapian dan mulai membaca surat kabar.
Beberapa menit kemudian, ia dikejutkan oleh suara ketukan.
Bunyi itu terulang tiga kali.
Ia berpikir seseorang pasti sedang melemparkan bola salju ke arah jendela rumahnya.
Ketika ia pergi ke pintu masuk untuk mengeceknya, ia menemukan sekumpulan burung terbaring tak berdaya di salju yang dingin.
Mereka telah terjebak dalam badai salju dan mereka menabrak kaca jendela ketika hendak mencari tempat berteduh.
Saya tidak dapat membiarkan makhluk kecil itu kedinginan di sini, pikir pria itu.
Tapi bagaimana saya bisa menolong mereka?
Kemudian ia teringat akan kandang tempat kuda poni anak-anaknya.
Kandang itu pasti dapat memberikan tempat berlindung yang hangat.
Dengan segera pria itu mengambil jaketnya dan pergi ke kandang kuda tersebut.
Ia membuka pintunya lebar-lebar dan menyalakan lampunya. Tapi burung-burung itu tidak masuk ke dalam.
Makanan pasti dapat menuntun mereka masuk, pikirnya.
Jadi ia berlari kembali ke rumahnya untuk mengambil remah-remah roti dan menebarkannya ke salju untuk membuat jejak ke arah kandang.
Tapi ia sungguh terkejut.
Burung-burung itu tidak menghiraukan remah roti tadi dan terus melompat-lompat kedinginan di atas salju.
Pria itu mencoba menggiring mereka seperti anjing menggiring domba, tapi justru burung-burung itu berpencaran kesana-kemari, malah menjauhi kandang yang hangat itu.
"Mereka menganggap saya sebagai makhluk yang aneh dan menakutkan," kata pria itu pada dirinya sendiri, "dan saya tidak dapat memikirkan cara lain untuk memberitahu bahwa mereka dapat mempercayai saya.
Kalau saja saya dapat menjadi seekor burung selama beberapa menit, mungkin saya dapat membawa mereka pada tempat yang aman."
Pada saat itu juga, lonceng gereja berbunyi.
Pria itu berdiri tertegun selama beberapa waktu, mendengarkan bunyi lonceng itu menyambut Natal yang indah.
Kemudian dia terjatuh pada lututnya dan berkata, "Sekarang saya mengerti," bisiknya dengan terisak.
"Sekarang saya mengerti mengapa KAU mau menjadi manusia."
Saudaraku, sering kita mengalami kejenuhan untuk pergi ke gereja dan merasa tak ada gunanya, semoga cerita di atas ini bisa lebih meneguhkan kita akan pentingnya ke gereja.
Jumat, 10 Desember 2010
bingung
ya aku memang bingung dengan apa yang kurasakan, rasa ini benar2 membuatku tak dapat berpikir jenih, tiap hari yang kucari hanya perhatian darinya, aku tau dia tak pernah mencintaiku, dari jaman dulu kami berkenalan dan berpacaran pun dia tak pernah memiliki rasa apapun kepadaku, dan aku tau aku sering menyakiti hatinya, begitupun dia sering menyakiti perasaanku, namun aku tak tau kenapa perasaan ini ngga pernah ilang darinya, hati ini tak pernah bisa berpaling darinya, yang ada dipikiran dan hati ini hanya dirinya.
mungkin orang akan menganggap aku bodoh, orang akan berpikir harga diriku telah hilang karna terus memohon kepadanya untuk kembali padaku, jujur aku tak lagi peduli dengan semua itu, yang kutau hanya aku benar-benar mencintainya, rasa ini begitu besar, cemburu ini begitu besar
hanya dia yang ada di dalam doaku tiap malam, hanya dia yang kuminta kepada Tuhan, mungkin aku memang bodoh, namun aku akan memilih untuk bodoh jika harus tetap menyimpan rasa ini...
Pernah suatu hari kuminta doa kepada orang yang kuanggap dapat memberi jawaban atas pertanyaanku ini, ya akhirnya dia memberi jawaban Tuhan memberi hubungan kami, ah tapi apa yang terjadi saat ini jauh dari itu semua...
mungkin orang akan menganggap aku bodoh, orang akan berpikir harga diriku telah hilang karna terus memohon kepadanya untuk kembali padaku, jujur aku tak lagi peduli dengan semua itu, yang kutau hanya aku benar-benar mencintainya, rasa ini begitu besar, cemburu ini begitu besar
hanya dia yang ada di dalam doaku tiap malam, hanya dia yang kuminta kepada Tuhan, mungkin aku memang bodoh, namun aku akan memilih untuk bodoh jika harus tetap menyimpan rasa ini...
Pernah suatu hari kuminta doa kepada orang yang kuanggap dapat memberi jawaban atas pertanyaanku ini, ya akhirnya dia memberi jawaban Tuhan memberi hubungan kami, ah tapi apa yang terjadi saat ini jauh dari itu semua...
Selasa, 07 Desember 2010
Hari yang berat
Kemaren tanggal 6 Desember 2010 merupakan hari yang berat buatku, satu keputusan besar harus kuambil demi kelangsungan perusahaanku ini, tega ngga tega aku harus memPHK 7 orang karyawanku, keputusan ini memang sangat berat, namun ini keputusan yang kurasa yang terbaik bagi semuanya, lebih baik kulepaskan mereka daripada kapal ini beserta seluruh awaknya karam diterjang badai.
Bukannya aku tak mengerti keadaan mereka,aku tahu mereka mencari sesuap nasi disini bagi mereka dan bagi keluarga, namun demikian juga dengan diriku dan para pemilik lainnya, semua asa telah kami gantungkan disini, semua harapan telah kami tanam di perusahaan ini, kami ingin perusahaan ini dapat tumbuh berkembang dan terus berbuah, sehingga dapat menghidupi seluruh karyawan, kami harus mencabut benalu-benalu dan rumput-rumput yang terus menggrogoti kami,menghambat tumbuh kembang kami.
Teringat akan curhatan para karyawan ini, mereka bercerita bahwa mereka benar2 mencari hidup dari perusahaan ini,namun sayang kawan, bukannya kami ingin membunuhmu dan keluargamu,namun memang kalian tak lagi dapat tumbuh dan berkembang disini, kalian telah menjadi kerdil dan menghambat perkembangan kami, kalian bagai batu karang yang menghambat kapal ini untuk dapat terus berlayar. Masih banyak nyawa yang harus kami antarkan menuju pulau impian mereka
Sore kemaren menjadi sore yang paling kelabu bagiku, ketika isak tangis, deraian air mata mengisi soreku kemarin, ketika kesedihan itu memuncak. Ada rasa lega dan sedih di soreku itu,lega karena akhirnya aku dapat mengambil sebuah keputusan walaupun itu berat, sedih karena aku harus mengeluarkan kalian dari sini. Aku hanya bisa berdoa saat ini kawan, semoga kalian dapat menemukan kesuksesan kalian di tempat lain, semoga kalian dapat mewujudkan mimpi kalian ditempat yang baru...
Tuhan tolong berkati mereka...
Bukannya aku tak mengerti keadaan mereka,aku tahu mereka mencari sesuap nasi disini bagi mereka dan bagi keluarga, namun demikian juga dengan diriku dan para pemilik lainnya, semua asa telah kami gantungkan disini, semua harapan telah kami tanam di perusahaan ini, kami ingin perusahaan ini dapat tumbuh berkembang dan terus berbuah, sehingga dapat menghidupi seluruh karyawan, kami harus mencabut benalu-benalu dan rumput-rumput yang terus menggrogoti kami,menghambat tumbuh kembang kami.
Teringat akan curhatan para karyawan ini, mereka bercerita bahwa mereka benar2 mencari hidup dari perusahaan ini,namun sayang kawan, bukannya kami ingin membunuhmu dan keluargamu,namun memang kalian tak lagi dapat tumbuh dan berkembang disini, kalian telah menjadi kerdil dan menghambat perkembangan kami, kalian bagai batu karang yang menghambat kapal ini untuk dapat terus berlayar. Masih banyak nyawa yang harus kami antarkan menuju pulau impian mereka
Sore kemaren menjadi sore yang paling kelabu bagiku, ketika isak tangis, deraian air mata mengisi soreku kemarin, ketika kesedihan itu memuncak. Ada rasa lega dan sedih di soreku itu,lega karena akhirnya aku dapat mengambil sebuah keputusan walaupun itu berat, sedih karena aku harus mengeluarkan kalian dari sini. Aku hanya bisa berdoa saat ini kawan, semoga kalian dapat menemukan kesuksesan kalian di tempat lain, semoga kalian dapat mewujudkan mimpi kalian ditempat yang baru...
Tuhan tolong berkati mereka...
Langganan:
Postingan (Atom)

