"Tuhan adalah cahayaku" (MZM 27)
Pernahkah kamu merasa seorang diri, pernahkah kamu merasa dunia ini memusuhi dan mengucilkanmu? aku pernah merasakan itu, perasaan dimana diriku merasa seorang diri, ketika semua orang disekitarku pergi menjauhiku,rasa ketika diri ini terpuruk kedalam lubang yang dalam, dimana tak ada satu titik cahayapun yang mampu menembusnya... saat itu ku berpikir kenapa Tuhan membiarkan semua ini terjadi?, kenapa Tuhan membiarkanku seorang diri tanpa ada seorangpun yang membantuku dan memberikan semangat kepadaku?, kenapa Tuhan terus membiarkanku masuk ke dalam lubang yang sangat gelap?, kenapa dan beribu2 pertanyaan dalam otakku saat itu...
Saat itu kupikir ini hukuman atas segala dosa-dosaku, saat itu kupikir Tuhan murka kepadaku, saat Tuhan memanggil orang yang kusayang, saat itu kurasa puncak kemarahan Tuhan kepadaku, saat itu kurasa duniaku tiba2 gelap gulita... dulu kupikir aku adalah cahaya bagi orang lain, egoku menganggap aku adalah pelita bagi orang2 yang kusayang, aku adalah pelita bagi mereka2 yang berada di jurang kegelapan, namun ternyata itu adalah egoku,kesombonganku semata, ternyata diriku tak mampu menjadi pelita bagi diriku sendiri...
Dalam kesendirian dan kesepianku, aku membaca sebuah kalimat,"Nil sine numinil" yang kurang lebih berarti "Tak ada yang dapat terjadi tanpa kehendak Ilahi." dari situ aku mulai berpikir apa yang Tuhan kehendaki dari diriku,apa yang Tuhan rencanakan dalam hidupku, hingga suatu hari aku mendapatkan jawaban itu... Tuhan ingin dalam kesepianku itu aku melihat karyaNya dalam hidupku, Tuhan ingin aku meninggalkan segala kesombonganku dan kembali padaNya, Tuhan ingin aku merasakan kehangatanNya, Tuhan ingin aku merasakan KedamaianNya dan beribu2 kebaikan yang Tuhan ingin tunjukkan kepadaku dalam kesepianku itu...
Dalam kesepianku itu Tuhan ingin aku melihat kedalam diriku, meninggalkan segala kesombonganku, aku ini bukan siapa2, aku ini hanyalah debu dialas kakiNya, Tuhan juga ingin menunjukkan bahwa dialah sumber cahaya satu-satunya dan yang utama dalam hidupku, hanya dialah yang mampu membawaku keluar dari lubang itu, hanya cahayaNyalah yang mampu menembus dinding2 egoku dan masuk kedalam ruang hatiku... Tuhan ingin aku mengubah kesepian itu menjadi sebuah keheningan...Tuhan benar-benar cahayaku...
Bukan dengan melarikan diri dari kesepian, mencoba untuk melupakan dan menyanggahnya, melainkan dengan menerima dan mengubahnya menjadi keheningan yang menghasilkan buah melimpah